Banyak para pengguna atau konsumen tidak
menyadari fakta tentang bahan keramik yang banyak digunakan pada sebagian besar
alat sistem penyaring air yang terdapat di pasaran. Bahan keramik ini biasanya
terdapat pada bagian pertama sistem penyaring air yang berfungsi untuk
menyaring lumpur, lumut, mikro-organisma dan bahan-bahan pencemar yang besar
sebelum air melalui proses penyaringan berikutnya.
Satu fakta yang perlu disadari oleh seluruh
pengguna ialah banyaknya bahan keramik yang ada di pasaran dibuat dari bahan
‘Tulang Hewan’ yang dihancurkan, diproses dengan teknik pemampatan dan dibentuk
seperti tabung untuk dipasang pada cartridge sistem penyaring air.
Fakta kedua yang lebih menakutkan ialah tulang
yang digunakan berasal dari dari tulang babi. Teknologi ini sama seperti dalam
membuat bahan porselin, bahan industri yang menggunakan keramik, Ceramic Ball,
Ceramic Disc dll. yang banyak digunakan sebagai bahan di dalam alat penyaring
air yang dipasarkan, termasuk pula alat yang memiliki standar internasional.
Yang paling populer dan paling luas penggunaanya ialah yang berbahan
'Bone-China' yang bermutu tinggi, tahan lama serta 'cost effective'.
'Bone-Cina' atau 'Fine Bone-China' begitu popular dan penggunaannya sangat
meluas dalam industri ini.
Bukan cuma bahan keramik, bahkan bahan lain di
dalam alat penyaring air seperti penyaring karbon tertentu juga ada yang
menggunakan bahan yang dibuat dari tulang hewan. Bahan ini dinamakan
'Bone-Char' (proses pembakaran serbuk tulang hewan yang selanjutnya dimampatkan).
Ia diproses dari 'cattle bones' atau tulang hewan ternak dan begitu banyak
pasokan di negara asal bahan ini serta bahan keramik untuk sistem penyaring air
ini diproses dan dibuat yaitu China. Coba anda tebak, tulang hewan ternak apa
yang paling banyak di sana?
Oleh karena itu, konsumen haruslah berhati-hati sebab bahan keramik dan bone char digunakan secara luas bukan saja untuk alat penyaring air, tetapi juga malah 'refine sugar atau gula halus (lihat www.supereco.com/glossary/bone-char/), bahan pemutih gigi, bahan penambal gigi, piring mangkok, alat kosmetik, tinta, pewarna/tinta alat printer dan yang lainnya lagi.
Banyak salesman alat sistem penyaring air pun
tidak mengetahui tentang fakta ini.
Di sisi lain, Dr. Noordin Darus menyadari dan
sangat peduli akan hal ini. Beliau memberikan alternatif kepada para pengguna,
khususnya yang beragama Islam untuk memilih sistem penyaring air inovasi
beliau, Rx-Water yang beliau rancang dan ciptakan sendiri dengan menggunakan
bahan keramik yang dibuat dari batu bermutu tinggi serta bahan-bahan cartridge
yang suci sehingga lebih aman dan suci.
Bagaimana Mengenali Bahan Keramik Dari Tulang?
Mudah, tetapi pengujian ini
perlu dilakukan sebelum sistem itu dipasang di rumah anda dan sebelum
memasukkan air ke dalam sistem tersebut. Buka alat cartridge keramik tersebut
dan gosok sedikit dengan jari anda. Jika anda lihat ada serbuk putih pada jari
anda, berarti ia terbuat dari batu. Akan tetapi, jika ia terasa agak licin dan
sulit untuk mengeluarkan serbuk padanya, maka kemungkinan besar terbuat dari
tulang.
Bahan tulang ini memang
efektif, murah dan mudah didapat di pasaran. Oleh karenanya, banyak perusahaan
produsen alat penyaring air menggunakannya. Coba lihat beberapa artikel tentang
promosi dari produsen bahan keramik untuk peralatan penyaring air ini:
Coba renungkan, hampir 90%
alat penyaring air yang dipasarkan di negara kita merupakan produk impor
khususnya dari negara-negara Timur seperti Taiwan, Jepang dan Korea. Bahkan
produk penyaring yang berasal dari negara-negara Barat pun menggunakan
bahan-bahan yang diproses di China dan Taiwan.
Sejauh ini sistem pembersih
air (water treatment) berAura Rx-Water adalah satu-satunya sistem yang
dihasilkan oleh seorang doktor pakar Muslim yang pada tahun 2001 pernah
mengalami penyakit kanker darah yang serius sebelum memperoleh ilham dengan
penemuan unsur tanah liat dan air “bersih/suci”yang juga mempunyai unsur
tenaga. Dalam berjuang sembuh dari penyakitnya melawan kanker dulu beliau
menghasilkan sistem yang pada awalnya bermanfaat untuk dirinya sendiri
(sehingga beliau sembuh dengan izin Allah) untuk selanjutnya penemuan itu
dimanfaatkan oleh orang lain.
No comments:
Post a Comment